Connect with us

Kaltara

Jalan Tembus Malinau = Krayan Segera Rampung

Published

on

TANJUNG SELOR – Sebagai salah satu upaya pemerintah membuka keterisolasian wilayah, adalah dengan membangun jalan. Seperti yang dilakukan di Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah kini tengah membangun jalan menuju beberapa wilayah perbatasan yang selama ini belum terjangkau lewat jalur darat.
Jalan dari Malinau hingga Krayan (Kabupaten Nunukan) salah satunya. Pembangunan jalan ini merupakan usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara yang disampaikan langsung oleh Gubernur Dr H Irianto Lambrie dalam beberapa kali kesempatan pertemuan nasional. Termasuk dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas).
“Alhamdulillah, usulan itu (jalan Malinau – Krayan) diakomodir, bahkan mendapat prioritas dari pemerintah pusat. Sejak mulai dikerjakan beberapa tahun lalu, menurut laporan dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan, sudah 85 persen yang terbuka jalannya. Insya Allah, tahun ini jalan Malinau – Krayan sudah terhubung dan bisa fungsional,” kata Gubernur.
Diungkapkan, jalan Malinau – Krayan merupakan satu dari beberapa koridor jalan perbatasan yang kini tengah dibangun pemerintah. Akhir tahun lalu, Gubernur secara langsung telah meninjau langsung progres yang dikerjakan oleh Dirjen Bina Marga melalui BPJN XII tersebut. Meski belum bisa dilalui, hingga kini progress pembangunan terus berjalan.
Gubernur mengatakan, sesuai laporan yang diterima dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kaltara, maupun BPJN XII Balikpapan, saat ini jalur tersebut sudah tembus, dan tinggal dilakukan pembenahan untuk fungsional. “Kalau ke Krayan (dari Malinau) sudah tembus secara pekerjaan, hanya saja untuk fungsional perlu dibenahi. Saat ini persentase sudah sekitar 85 persen. Jadi tinggal diselesaikan sekitar 15 persen lagi, untuk fungsionalnya,” kata Irianto.
Sesuai progres yang diinformasikan kepadanya, akhir 2019 ini, ditargetkan sudah bisa fungsional. Pemprov sendiri akan terus mendesak kementerian agar pekerjaan sesuai target, sehingga masyarakat perbatasan bisa mulai merasakan dampaknya.
“Kita selalu dan akan menagih terus kepada Kementerian PUPR, khususnya di Bina Marga untuk akhir tahun 2019 ini bisa fungsional. Itu yang kita harapkan, karena janjinya Kementerian PUPR kan fungsional tahun ini,” tegasnya.
Direncanakan, ketika sudah fungsional, akan di lakukan uji coba dengan melakukan perjalanan offroad. Namun belum bisa dipastikan, apakah menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. “Apakah nanti sudah fungsional akan kita nilai dengan cara melakukan offroad,” sebut Gubernur yang didampingi Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara, Suheriyatna.
//GRAFIS\\
Tak hanya sepenuhnya dianggarkan dari pusat melalui APBN, Pemerintah Provinsi Kaltara, lanjutnya, juga mendukung fungsionalnya jalan tersebut. Yaitu dengan membangun ruas-ruas jalan provinsi. Dengan demikian, jalan koridor yang dibangun, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat hingga di tingkat perdesaan dan kecamatan. “Sudah ada memang ruas jalan-jalan provinsi yang membentuk dan konektivitaskan kecamatan-kecamatan di sana (perbatasan). Dan ada juga kantong-kantong ekonomi dibuat,” imbuh Suheriyatna.
Melihat kondisi topografisnya, membangun jalan ke perbatasan hingga fungsional, menurutnya, memiliki banyak tantangan. “Makanya minimal harus fungsional dulu. Tapi bukan fungsional saja kemudian sudah selesai dan tidak ada anggaran lagi. Secara bertahap akan terus berlanjut. Jadi tetap ada anggarannya, untuk diturunkan gunungnya, dibuat jembatannya, dan diaspal, kemudian dibuat tikungan yang layak. Termasuk daerah yang tadinya banjir dipindahkan ke tempat yang lain. Jadi memang begitu biasanya kerja-kerja PU (bertahap),” lanjutnya.
Sementara itu, informasi lain dari BPJN XII Balikpapan menyebutkan, total panjang jalan perbatasan yang akan dibangun oleh pemerintah sekitar 962,91 kilometer (Km). Hingga kini, sudah 821,86 Km jalan yang telah terbuka dan menyisahkan 141,05 Km yang belum terbuka (masih hutan).
“Jalan yang sudah terhubung memang masih didominasi oleh jalan tanah, namun sudah ada juga beberapa segmen yang telah beraspal,” kata Kepala BPJN XII Balikpapan Ditjen Bina Marga, Refly Ruddy Tangkere.
Secara garis besar, imbuhnya, pembangunan jalan di perbatasan dibagi atas 2 ruas. Yakni, ruas Jalan Paralel Perbatasan yang menghubungkan Long Boh hingga Malinau, dan ruas Jalan Akses Perbatasan yang menghubungkan Malinau hingga Long Midang dan Mansalong sampai di Tau Lumbis, Nunukan.
Kemudian, ruas jalan paralel perbatasan sendiri, terdiri dari 3 ruas utama. Yaitu Ruas jalan Long Boh-Metulang-Long Nawang, Long Nawang-Long Pujungan, dan Ruas jalan Long Pujungan-Long Kemuat-Langap-Malinau, dengan total panjang ketiga ruas jalan ini yaitu 603,91 km.
“Kondisi tahun 2018 akhir sudah 4,00 km yang berupa agregat, 483,61 km berupa jalan tanah yang bisa dilewati namun di beberapa segmen jalan sulit dilewati saat musim hujan, dan sisanya 114,00 km belum terbuka (kondisi hutan),” ungkapnya.
Sedang jalan akses perbatasan, sebutnya, dibagi dalam 3 ruas jalan ruas. Antara lain, ruas jalan Malinau hingga Long Semamu, Long Semamu menuju Long Bawan hingga Long Midang, dan ruas jalan Mensalong-Tau Lumbis dengan total panjang ruas jalan ini yaitu 359,00 Km. “Akhir tahun 2018 tercatat sepanjang 212,24 km masih berupa jalan tanah, 33,25 km sudah beraspal dalam kondisi beragam, dan 27,05 km sisanya masih belum terbuka (kondisi hutan),” imbuh Refly.
Diungkapkan pada 2019 ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 719.617.450.000 untuk melanjutkan kegiatan penyelanggaraan jalan perbatasan di Kaltara. Terdiri dari pembangunan jalan dan pemeliharaannya, serta pembangunan jembatan. * min.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kaltara

Gubernur Kaltara Minta Program Padat Karya di Perbanyak

Published

on

By

Infografis.

TANJUNG SELOR – Sejak awal Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, meminta organisasi perangkat daerah untuk memperbanyak progam-program padat karya. Selain untuk mengungkit ekonomi, juga menjadi sarana untuk memberdayakan masyarakat.

Salah satu program padat karya yang saat ini gencar dilakukan adalah pembangunan jalan lingkungan. Awalnya direncanakan terbangun 115 ruas. Pasca kebijakan refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19 berkurang menjadi 56 titik yang tersebar di lima kabupaten/kota. )

Kenapa membanyakkan jalan lingkungan? Karena kembali pada kebutuhan masyarakat. Apalagi di masa pandemi, tujuannya memang kita mengusahakan pembangunan yang dilakukan langsung bersentuhan derngan masyarakat dan langsung bisa dinikmati masyarakat

Kedua, pembangunan jalan secara padat karya membawa dampak ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung apabila kegiatan itu dikerjakan oleh masyarakaat setempat.

Tiap ruas jalan lingkungan yang dibangun menghabiskan dana berkisar Rp 190 juta sampai Rp 200 juta. Panjang tiap jalan yang dibangun bervariasi, antara 60 sampai 100 meter.

Lokasi jalan lingkungan yang dibangun tidak serta merta. Jalan dibangun jika ada usulan Bupati/Walikota.

Ini juga yang coba benahi juga administrasi usulan dari Bupati/Walikota agar nanti pada saat penyerahan NPHD atau penyebahan hibah barang itu tidak jadi masalah. Karena kalau bermasalah, akan mengganggu penatausahaan aset kita.

Rata-rata jalan lingkungan yang dibangun ini progresnya sudah lebih 50 persen. Bahkan beberapa diantaranya hampir rampung. Seperti jalan lingkungan di Jalan Tien Suharto, Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan yang Saya tinjau Gubernur, Selasa (28/7) kemarin.

“Saya minta dikerjakan dengan rapi, berkualitas, agar jalannya awet. Minimal kendaraan roda dua bisa lapang bolak balik. Tidak terjebak lumpur dan masyarakat sekitar merasa aman dan nyaman. Dan tentunya lingkungan jadi bersih, sehat, dan rata, ” tutup Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. * rud.

Continue Reading

Kaltara

LKPj Pelaksanaan APBD 2020 di Sepakati

Published

on

By

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menandatangani Dokumen LKPj Anggaran APBD 2020.

TANJUNG SELOR – Terima kasih, dan apresiasi disampaikan untuk seluruh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, khususnya yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus), hari ini, melalui Rapat Paripurna ke-18 Masa Persidangan II Tahun 2020, telah dilakukan persetujuan bersama DPRD dan Pemerintah, terkait Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020.

“Saya juga sampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama legislatif dan eksekutif, mulai dari penganggaran, pelaksanaan sampai dengan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2019 yang dapat terlaksana dengan baik, ” ucap Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Untuk selanjutnya, Raperda yang disudah disetujui bersama ini akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sesuai ketentuan, hari ini, 29 Juli adalah terakhir. Alhamdulillah, meski di hari terakhir persetujuan bersama bisa kita lakukan.

Atas hal ini, ke depan ia berharap bisa lebih tepat waktu lagi. Hal ini untuk kebaikan kita semua, serta berpengaruh pada APBD kita di tahun berikutnya.

“Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih, semua keberkaran dan rahmat Allah SWT diberikan kepada kita semua.. aamiin. * min.

Continue Reading

Kaltara

Hewan Qurban Untuk Mapolda Kaltara Dan Brigif 24/BC

Published

on

By

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berpamitan kepada Kapolda Irjend Pol Indrajit seusai menyerahkan hewan qurban.

TANJUNG SELOR – Alhamdulillah, dengan rahmat kesehatan dan keberkahan dari Allah SWT, pagi ini Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, menyerahkan bantuan hewan kurban Gubernur Kaltara kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara dan Brigade Infanteri (Brigif) 24/Bulungan Cakti.Masing-masing mendapatkan bantuan 1 ekor sapi kurban.

Juga ada bantuan 15 Al-Quran untuk masjid setempat. Tentunya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.Bantuan hewan kurban Gubernur Kaltara untuk Polda Kaltara, diterima langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Irjend Pol. Indrajit di lapangan Markas Polda Kaltara.

Sementara di Brigif 24/Bulungan Cakti, juga langsung diterima oleh Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 24/Bulungan Cakti, Letkol Inf Didit Hari.Selain menyerahkan bantuan hewan kurban, kesempatan ini dimanfaatkan juga untuk bersilaturahmi dengan Kapolda Kaltara, juga bersama Danbrigif 24/Bulungan Cakti dan jajarannya.

Karena, di masa pandemi ini, silaturahmi dengan pertemuan langsung menjadi berkurang. Maka kesempatan semacam ini harus dimanfaatkan untuk saling bersilaturahmi dan berbagi kabar.Khusus dengan Danbrigif 24/Bulungan Cakti, beliau ternyata baru sebulan bertugas pada jabatan tersebut.

Dan, belum sempat bersilaturahmi ke Pemprov Kaltara. Inilah kesempatan untuk bersua langsung dengan pimpinan baru Brigif 24/Bulungan Cakti tersebut.

“Akhirnya, saya atas nama pribadi, Gubernur dan Pemprov Kaltara serta keluarga besar menyampaikan selamat merayakan Iduladha 1441 H/2020 M, minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin, ” tutup Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. * ya2n.

Continue Reading

Trending