Connect with us

Kaltara

6 Desa Dibulungan Listriknya Sudah Menyala 24 Jam

Published

on

TANJUNG SELOR – Alhamdulillah, sesuai laporan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), mulai bulan Mei kemarin sebanyak 6 desa di dua kecamatan di Kabupaten Bulungan yang selama ini hanya bisa mendapatkan layanan listrik 12 jam, sekarang telah menikmati layanan listrik 18 hingga 24 jam.

Ini merupakan buah dari komunikasi dan koordinasi intensif yang kita lakukan. Baik dengan pihal PLN maupun dengan Pemkab Bulungan.

Alhamdulillah, bisa sesuai dengan target, juga atas kesepakatan dan permintaan dari masyarakat setempat. Kita semua patut untuk bersyukur.

Ke-6 desa itu berada di Kecamatan Tanjung Palas Barat, yakni Desa Mara Satu, Mara Hilir, Long Sam dan Merukau, Desa Long Beluah.

Dan sisanya, berada di Kecamatan Peso Hilir, yakni Desa Long Lembu dan Long Tungu.
Untuk memenuhi listrik ke-6 desa itu, bersumber dari pembangkit pada Sistem PLTMG Gunung Seriang, Tanjung Selor. * min.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kaltara

Gubernur Kaltara Hadiri Kegiatan Pengobatan Gratis di SP 7 Tanjung Buka

Published

on

By

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie (baju hijau) bersama warga SP 7 Tanjung Buka.

TANJUNG SELOR – Usai menjadi narasumber pada Silaturahmi Jurusan Agribisnis 2020, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie langsung meninjau kegiatan pengobatan gratis dan Gelar Pangan Murah Toko Tani Indonesia Center Kalimantan Utara di Desa Tanjung Buka SP 7 Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan.

Kegiatan ini dilakukan atas kerjasama Dinkes Provinsi Kaltara, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara dan TP PKK Provinsi Kaltara.”Alhamdulillah, dua kegiatan ini disambut baik oleh warga yang ada di sana. Tak hanya masyarakat SP7, warga dari SP 6 pun diakomodir pada kegiatan tersebut, ” puji Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Pada pengobatan gratis sendiri, tercatat sekitar 200 warga ikut memeriksakan kesehatannya di pos pengobatan gratis yang disediakan tim dari Dinkes Kaltara. Begitupun dengan kegiatan Gelar Pangan Murah.Kegiatan sangat membantu warga di wilayah itu.

Lantaran selama ini akses mereka ke ibukota kabupaten (Tanjung Selor), cukup jauh. Minimal memakan waktu sekitar 1-2 jam melalui jalur sungai.Khusus gelar pangan murah, warga juga sangat terbantu karena harga jual sembako yang dijajakan lebih murah daripada di pasar.

Di kesempatan ini, ia juga memberikan sedikit penyemangat agar tetap produktif dan sehat. Dalam hal ini, warga saya ajak untuk dapat memanfaatkan kearifan lokal sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh.Tentunya melalui olahan rempah seperti jahe, temulawak dan lainnya.

Rempah-rempah ini, sangat mudah diperoleh di wilayah tersebut karena pada dasarnya mereka suka bercocok tanam (sebagian besar petani).Selain itu, dalam rangka menyambut tatanan normal baru produktif dan aman, saya tetap mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan tidak berkumpul dalam kerumunan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dan seraya terus berdoa, semoga wabah ini segera berlalu, dengan ditemukan vaksinnya. * rud.

Continue Reading

Kaltara

Gubernur Kaltara Hadiri Sosek Pertanian Dan Agribisnis

Published

on

By

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

TANJUNG SELOR – Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, mengikuti silaturahmi alumni jurusan Agribisnis 2020 yang mengangkat tema “Peran Alumni Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis dalam Mempersiapkan Pelaksanaan Aktivitas Masyarakat Produktif”.

Pada silaturahmi melalui virtual ini hadir Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Mulawarman (Unmul), Prof Dr Ir Rusdiansyah dan Ketua Jurusan Agribisnis Ir Widiansyah Effendi.

“Setelah 38 tahun kelulusan dari Unmul, saya melihat ada kemajuan yang pesat dalam kelulusan mahasiswa. Namun terpenting bagi kita semua mengubah mindset akan segala hal, ” ujar Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Ini sulit dilakukan, karena banyaknya pergaulan terkini, bahwa banyak orang berpendidikan yang bersikap tidak produktif, disinformasi, mengkonsumsi berita bohong dan lainnya.

Untuk kedepannya, walau memang betul alumni Sosek Faperta dalam karirnya sebagai birokrat maupun politisi cukup berhasil, namun sebenarnya peran dari fakultas hanya mengantarkan saja. Lebih banyak peran dari diri sendiri, juga peran organisasi baik dari dalam maupun luar universitas.

Para alumni harus lakukan upaya mandiri dalam meraih sukses dalam kehidupannya. Alumni agribisnis juga pertanian memiliki spirit yang bagus dalam kehidupannya.

Alumni agribisnis bisa berkarir di mana saja. Jarang yang ada berkarir di usaha pertanian. Harapan saya, sebagai alumni, fakultas dan jurusan dapat mengelola agar alumni kita kedepan dapat menekuni usaha pertanian. Dari itu, kurikulum perlu revitalisasi dan aktualisasi serta mengarah kepada usaha aplikatif.

“Saya juga belum pernah diundang secara langsung dari Fakultas Pertanian untuk memberikan kuliah umum. Ini penting untuk transfer ilmu dan pengalaman. Dan, pengalaman adalah fakultas kehidupan. Perlu juga menghadirkan pelaku usaha pertanian yang sukses untuk sharing ilmu dan pengalaman, ” kata Irianto.

Selain mengubah mindset perlu juga membina komunikasi dan networking. Dengan komunikasi yang baik segala masalah dapat diselesaikan.

Ketiga, perlu dipahami mengenai arti agribisnis. Ini harus ditekankan pemahamannya kepada para mahasiswa. Sesungguhnya, pekerjaan agribisnis adalah terkait rantai sektor pangan. Dengan demikian, kita dapat menjelaskan kepada mahasiswa bahwa lulusan agribisnis dapat menjadi apa.

Kita juga harus dapat meyakinkan bahwa agribisnis dapat berperan apa bagi pembangunan daerah. Prospeknya seperti apa. Juga perlu ditanamkan bahwa peluang alumni agribisnis cukup baik utamanya dari semangat kewirausahaan. Ini belum direalisasikan secara maksimal, akibatnya mahasiswa hanya berorientasi secara umum.

Salah satu masalah pertanian dalam merealisasikan strategi pembangunan pertanian, adalah menjual hasil pertanian. Ini harusnya diambil-alih oleh alumni pertanian untuk memikirkan upaya yang baik dalam penjualan produk pertanian di Indonesia, khususnya Kaltim dan Kaltara. Padahal potensi kita besar sekali, namun kita belum mampu mengolahnya dengan baik.

Terakhir, urusan pangan akan jadi masalah yang harus dikelola manusia. 37 persen masyarakat Indonesia hidupnya dari sektor pertanian. Tapi tak pernah dirinci dalam dialog mengenai pertanian. Petani kita, kurang sejahtera. Padahal dalam pertanian modern, dengan upaya yang ada mereka menjadi kaya dan sejahtera.

Kedepan, kiranya perlu membangun kurikulum yang membangun mindset, semangat kewirausahaan, dan adanya pelatihan langsung bagi mahasiswa dengan sharing dari pelaku usaha pertanian moderen di Indonesia. Ya, bisa berbentuk sekolah lapang. Ketangguhan alumni sangat butuh dibangun.

Perlunya membangun jaringan ke dunia usaha pertanian yang mampu meningkatkan kualitas alumni. Dari itu, perlu pemagangan yang matang sehingga alumni siap menghadapi dunia kerja.

Intinya, adalah tinggal mengeksekusi potensi dan prospek pertanian yang ada. Karena konsep yang dibuat selama ini, sangat baik. Konsep itu yang harus direalisasikan dengan kerja keras. * rud.

Continue Reading

Kaltara

RSUD Tarakan Dinilai Jadi Salah Satu Rumah Sakit Terbaik di Indonesia

Published

on

By

TARAKAN – Alhamdulillah, seusai laporan Direktur RSUD Tarakan dr M Hasbi Hasyim, Rumah Sakit Pemprov Kaltara di Kota Tarakan ini oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dinilai sebagai salah satu RS yang terbaik di Indonesia dalam penyelenggaraan Utilisasi Tes Cepat Molekuler (TCM) Covid-19.

“Kita patut berbangga, karena dalam posisi ini, juga ada Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlit dan RSUD Provinsi Jawa Timur,” ujar Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Disebut terbaik, karena penyelenggaraan TCM Covid-19 di RSUD Pemprov Kaltara di Tarakan, dalam penggunaan alat maupun cartridge TCM benar-benar hanya untuk Pasien Dalam Perawatan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Selain itu, jumlah cartridge yang error, sangat sedikit. Dengan kata lain, dalam proses diagnonis maupun follow up pasien Covid-19 sudah baik.

Sementara itu, sesuai laporan Tim Covid-19 Laboratorium Patologi Klinik RSUD Tarakan, jumlah cartridge yang diterima hingga 12 Juni 2020 sebanyak 420 unit. Adapun jumlah yang tersisa saat ini, 25 unit cartridge. Untuk jumlah cartridge yang error hanya 16 unit.

Bahkan, untuk pemantapan mutu eksternal (PME), setiap sampel yang diuji TCM di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Tarakan akan dikirim ke Balitbangkes.

Dan, hasilnya sama dengan laboratorium rujukan nasional tersebut. Artinya, penggunaan TCM di RSUD Tarakan sudah tidak perlu diragukan lagi atau tidak ada masalah.

Di samping itu, untuk menopang percepatan penanganan Covid-19 di Kaltara, saya menginstruksikan agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara untuk mempercepat proses pembagian cartridge baru ke RSUD Tarakan. Mengingat, sampai saat ini jumlah sampel yang harus diuji cukup banyak.

Saya juga menerima kabar baik lainnya dari RSUD Tarakan, rencananya perangkat penguji sampel swab metode Polymerase Chain Reaction (PCR) akan diuji fungsi pada Minggu (14/6) ini.

Sedangkan, Senin (15/6) dijadwalkan untuk launching pengoperasian perangkat penguji sampel swab Covid-19 metode PCR di RSUD Tarakan.

Atas nama pribadi, Pemprov dan masyarakat Kaltara, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya atas kerja RSUD Pemprov Kaltara di Tarakan, khususnya tim Covid-19 Laboratorium Patologi Klinik RSUD Tarakan.

Yakni, dr Karomah Sriwedari, Sp. PK selaku Kepala Instalasi Laboratorium Patologi Klinik, dan para analisnya; yaitu Tini Hastuti, SST (Kepala Ruangan); Dhany Arnanda, Amd. Ak; Elka Efrimay Simbolon, Amd. Ak; Rizka Damayanti, Amd. Ak; Goretty Lusia Sitinjak, Amd. Ak; dan, Maya Pantekosta, Amd. Ak.

Sesuai laporan juga, jumlah sampel yang telah diperiksa selama ini; dari RSKT 164 sampel, RSUD Kota Tarakan 45 sampel, kiriman dari Bulungan 77 sampel, dan Nunukan 66 sampel.

Dikabarkan juga masih ada 60 sampel swab yang belum diperiksa, yang merupakan sampel swab kiriman dari RSKT dan Bulungan. Rencananya, pada Minggu (14/6) akan datang sampel swab dari Nunukan dan Tana Tidung. * rud.

Continue Reading

Trending