Connect with us

Kaltara

Gubernur Kaltara Keluhkan Lamban Nya Pelaksanaan Pembangunan PLTA

Published

on

Rapat virtual pembahasan rencana percepatan pembangunan PLTA di Kaltara.

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, menyampaikan sedikit keluhan saat mengikuti rapat koordinasi jarak jauh pembahasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Kaltara yang difasilitasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) di Ruang Pertemuan VVIP Bandara Juwata Tarakan, Kamis (23/7) sore tadi.

“Ini karena, sudah berkali-kali rapat membahas percepatan pembangunan PLTA, namun dalam realisasinya belum ada percepatan yang terealisasi. Pun demikian, Pemprov Kaltara dengan kewenangan terbatas terus berupaya melakukan percepatannya, ” tegas Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Bahkan ia juga sempat melaporkan progres pembangunan PLTA di Kaltara kepada Presiden Joko Widodo pada saat rapat antara gubernur se-Indonesia dengan Presiden di Istana Bogor, belum lama ini.Sampai sejauh ini, dari 5 investor PLTA di Kaltara, saya akui PT Kayan Hidro Energi (KHE) yang berencana membangun PLTA Kayan adalah yang paling siap.

Hingga saat ini, KHE hanya tinggal 2 izin lagi untuk dimiliki.Yakni, pembaharuan izin penggunaan lahan kawasan hutan (sudah di meja kepala BKPM RI) dan izin dari balai bendungan yaitu izin konstruksi bendungan dan sertifikat keamanan bendungan.Untuk membangun PLTA Kayan sendiri, PT KHE tengah dalam persiapan pra konstruksi tanpa kegiatan berskala besar.

Mereka juga sudah mengucurkan sekitar Rp 2 triliun untuk mengurusi percepatan realisasi proyek ini. Jadi, mereka benar-benar serius.PLTA Kayan memiliki 5 proyek bendungan. Di mana PLTA Kayan I direncanakan berkapasitas 900 Megawatt (MW) dengan kondisi perizinan lengkap, feasibility study (FS) selesai, analisa dampak lingkungan (AMDAL) selesai, dan Detail Engineering Design (DED) selesai.Lalu, PLTA Kayan 2 berkapasitas 1.200 MW dan PLTA Kayan 3 berkapasitas 1.800 MW sudah memiliki izin lokasi, FS dan AMDAL selesai serta DED berprogress 50 persen.

Untuk PLTA Kayan 4 kapasitas 1.800 MW dan PLTA Kayan 5 kapasitas 3.300 MW juga sudah memiliki izin lokasi, FS dan AMDAL selesai, serta DED berprogress 20 persen.Perlu diketahui juga, dari 27 item perizinan, KHE sudah menyelesaikan kewajibannya sebanyak 25 item perizinan.

Dan, semua itu dimulai sejak 2011 hingga saat ini.Di Kaltara, sedianya ada 5 sungai yang berpotensi untuk dibangun PLTA. Persebaran ke-5 sungai itu yakni, di Kabupaten Nunukan 2 sungai yakni Sungai Sembakung dan Sungai Sebuku, Bulungan 1 sungai (Sungai Kayan), dan Malinau 2 sungai (Sungai Mentarang, Sungai Malinau).Untuk Sungai Sembakung di Nunukan, investornya adalah PT Hanergi Power Indonesia dengan rencana kapasitas PLTA 250 MW dan capaian kerjanya adalah berproses izin lingkungan.

Lalu, Sungai Mentarang di Malinau dengan investor PT Kalimantan Electricity yang berencana membangun PLTA berkapasitas 7.600 MW atau 3.430 MW. Progres kinerjanya adalah proses izin lokasi dan izin lingkungan atau AMDAL.Di sungai yang sama juga ada minat investasi dari Hyundai Engineering untuk membangun PLTA 300 MW yang masih dalam tahap memorandum of understanding (MoU).Terakhir, adalah Sungai Malinau yang akan dibangun PLTA oleh PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) dengan rencana kapasitas 1.375 MW. Progresnya saat ini, MoU.

Rapat koordinasi jarak jauh tadi diikuti oleh jajaran perwakilan Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), juga perwakilan PT KHE dan PT KHN.Sebelumnya, masih di Ruang VIP Bandara Juwata Tarakan, serta menjadi narasumber Seminar Online atau Webinar dengan tema “Mencari Format Pembangunan Daerah Perbatasan” gelaran Institut Bumi Bornoe.

Seminar secara virtual ini turut menghadirkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Ketahanan Nasional Letjen (TNI), Bapak Achmad Djamaluddin sebagai narasumber juga.Dalam seminar ini, banyak mengupas mengenai pembangunan di wilayah perbatasan. Utamanya di Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia.

Kaltara panjang garis perbatasannya adalah 1.038 kilometer, dan terdapat 216 desa/kelurahan dengan rincian 208 desa dan 8 kelurahan. Kawasan perbatasan Kaltara berada di 2 kabupaten, yakni Malinau dengan 5 kecamatan dan Nunukan di 12 kecamatan.Profil perbatasan negara di Kaltara, ada yang berupa wilayah perbatasan pedalaman dan pegunungan dan perbatasan pesisir.Sementara tantangan pembangunan di perbatasan, yakni kesenjangan wilayah, di mana terdapat ketimpangan tingkat pendapatan, nilai tukar dan nilai jual komoditas, juga orientasi ekonomi lebih ke negara tetangga.

Tantangan lainnya, adalah persebaran penduduk perbatasan yang tidak merata. Lalu, terbatasnya jumlah aparat serta sarana-prasarana, terjadinya kegiatan ilegal dan pelanggaran hukum lainnya.Menilik persoalan itu, maka diperlukan langkah cerdas dan strategis untuk memposisikan wilayah perbatasan sebagai beranda depan dengan melakukan percepatan pembangunan.

Adapun isu strategis daerah dalam RPJMD 2016-2021, adalah rendahnya aksesibilitas, konektivitas antar wilayah dan keterbatasan ketersediaan infrastruktur.Arah kebijakan pembangunannya sendiri, pada 2016 dilakukan persiapan percepatan pembangunan infrastruktur dasar di perbatasan. Dilanjutkan pada 2017 dengan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, dan di 2018 mempercepat pembangunan ekonomi Kaltara yang didukung infrastruktur yang memadai.Pada 2019, memacu pembangunan ekonomi Kaltara yang berdaya saing berbasis keunggulan SDM, dan 2020 memantapkan Kaltara sebagai wilayah perbatasan yang berdaya saing.

Lalu, di 2021 adalah mewujudkan masyarakat Kaltara yang mandiri dan damai. Jika melihat pembangunan daerah perbatasan dari 2016-2020, Pemprov Kaltara sudah membangun Toko Indonesia di Krayan yang segera dioperasionalkan, insya Allah Agustus mendatang.

Tahun ini juga akan dibangun Toko Indonesia di Desa Bukit Aru Indah, Sebatik Timur, Nunukan.Selain pembangunan infrastruktur, seperti jalan, kemudian pendidikan, telekomunikasi, juga banyak program lain yang kita lakukan di perbatasan. Dari sisi transportasi, direncanakan pengembangan 15 bandara perintis. * rud.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kaltara

Gubernur Kaltara Minta Program Padat Karya di Perbanyak

Published

on

By

Infografis.

TANJUNG SELOR – Sejak awal Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, meminta organisasi perangkat daerah untuk memperbanyak progam-program padat karya. Selain untuk mengungkit ekonomi, juga menjadi sarana untuk memberdayakan masyarakat.

Salah satu program padat karya yang saat ini gencar dilakukan adalah pembangunan jalan lingkungan. Awalnya direncanakan terbangun 115 ruas. Pasca kebijakan refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19 berkurang menjadi 56 titik yang tersebar di lima kabupaten/kota. )

Kenapa membanyakkan jalan lingkungan? Karena kembali pada kebutuhan masyarakat. Apalagi di masa pandemi, tujuannya memang kita mengusahakan pembangunan yang dilakukan langsung bersentuhan derngan masyarakat dan langsung bisa dinikmati masyarakat

Kedua, pembangunan jalan secara padat karya membawa dampak ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung apabila kegiatan itu dikerjakan oleh masyarakaat setempat.

Tiap ruas jalan lingkungan yang dibangun menghabiskan dana berkisar Rp 190 juta sampai Rp 200 juta. Panjang tiap jalan yang dibangun bervariasi, antara 60 sampai 100 meter.

Lokasi jalan lingkungan yang dibangun tidak serta merta. Jalan dibangun jika ada usulan Bupati/Walikota.

Ini juga yang coba benahi juga administrasi usulan dari Bupati/Walikota agar nanti pada saat penyerahan NPHD atau penyebahan hibah barang itu tidak jadi masalah. Karena kalau bermasalah, akan mengganggu penatausahaan aset kita.

Rata-rata jalan lingkungan yang dibangun ini progresnya sudah lebih 50 persen. Bahkan beberapa diantaranya hampir rampung. Seperti jalan lingkungan di Jalan Tien Suharto, Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan yang Saya tinjau Gubernur, Selasa (28/7) kemarin.

“Saya minta dikerjakan dengan rapi, berkualitas, agar jalannya awet. Minimal kendaraan roda dua bisa lapang bolak balik. Tidak terjebak lumpur dan masyarakat sekitar merasa aman dan nyaman. Dan tentunya lingkungan jadi bersih, sehat, dan rata, ” tutup Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. * rud.

Continue Reading

Kaltara

LKPj Pelaksanaan APBD 2020 di Sepakati

Published

on

By

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menandatangani Dokumen LKPj Anggaran APBD 2020.

TANJUNG SELOR – Terima kasih, dan apresiasi disampaikan untuk seluruh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, khususnya yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus), hari ini, melalui Rapat Paripurna ke-18 Masa Persidangan II Tahun 2020, telah dilakukan persetujuan bersama DPRD dan Pemerintah, terkait Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020.

“Saya juga sampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama legislatif dan eksekutif, mulai dari penganggaran, pelaksanaan sampai dengan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2019 yang dapat terlaksana dengan baik, ” ucap Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Untuk selanjutnya, Raperda yang disudah disetujui bersama ini akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sesuai ketentuan, hari ini, 29 Juli adalah terakhir. Alhamdulillah, meski di hari terakhir persetujuan bersama bisa kita lakukan.

Atas hal ini, ke depan ia berharap bisa lebih tepat waktu lagi. Hal ini untuk kebaikan kita semua, serta berpengaruh pada APBD kita di tahun berikutnya.

“Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih, semua keberkaran dan rahmat Allah SWT diberikan kepada kita semua.. aamiin. * min.

Continue Reading

Kaltara

Hewan Qurban Untuk Mapolda Kaltara Dan Brigif 24/BC

Published

on

By

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berpamitan kepada Kapolda Irjend Pol Indrajit seusai menyerahkan hewan qurban.

TANJUNG SELOR – Alhamdulillah, dengan rahmat kesehatan dan keberkahan dari Allah SWT, pagi ini Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, menyerahkan bantuan hewan kurban Gubernur Kaltara kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara dan Brigade Infanteri (Brigif) 24/Bulungan Cakti.Masing-masing mendapatkan bantuan 1 ekor sapi kurban.

Juga ada bantuan 15 Al-Quran untuk masjid setempat. Tentunya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.Bantuan hewan kurban Gubernur Kaltara untuk Polda Kaltara, diterima langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Irjend Pol. Indrajit di lapangan Markas Polda Kaltara.

Sementara di Brigif 24/Bulungan Cakti, juga langsung diterima oleh Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 24/Bulungan Cakti, Letkol Inf Didit Hari.Selain menyerahkan bantuan hewan kurban, kesempatan ini dimanfaatkan juga untuk bersilaturahmi dengan Kapolda Kaltara, juga bersama Danbrigif 24/Bulungan Cakti dan jajarannya.

Karena, di masa pandemi ini, silaturahmi dengan pertemuan langsung menjadi berkurang. Maka kesempatan semacam ini harus dimanfaatkan untuk saling bersilaturahmi dan berbagi kabar.Khusus dengan Danbrigif 24/Bulungan Cakti, beliau ternyata baru sebulan bertugas pada jabatan tersebut.

Dan, belum sempat bersilaturahmi ke Pemprov Kaltara. Inilah kesempatan untuk bersua langsung dengan pimpinan baru Brigif 24/Bulungan Cakti tersebut.

“Akhirnya, saya atas nama pribadi, Gubernur dan Pemprov Kaltara serta keluarga besar menyampaikan selamat merayakan Iduladha 1441 H/2020 M, minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin, ” tutup Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. * ya2n.

Continue Reading

Trending