Connect with us

Kaltara

Beberapa Bandara di Kaltara Sudah Bisa Didarati Pesawat ATR 72

Published

on

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie Meninjau perluasan bandara Tanjung Harapan.

TANJUNG SELOR – Kita patut bersyukur atas capaian pembangunan selama ini. Tak lupa, atas nama masyarakat Kalimantan Utara, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan penuhnya untuk pembangunan di Kaltara.

Salah satunya pembangunan di bidang infrastruktur pendukung transportasi. Atas koordinasi dan komunikasi yang intensif, dengan dukungan penuh pendanaan melalui APBN, sejak 2014 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus berupaya menggenjot peningkatan Bandar Udara (Bandara) di wilayah Kaltara.

Hasilnya, Alhamdulillah dari sebelumnya sebuah bandara kecil, empat bandara di Kaltara kini sudah bisa didarati Pesawat ATR-2.

Ada 6 bandara di Kaltara yang menjadi prioritas pengembangannya. Yakni, Bandara Juwata di Tarakan, Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor Bulungan, Bandara Kolonel RA Bessing di Malinau, Bandara Long Apung di Malinau, serta di Nunukan ada Bandara Nunukan dan Yuvai Semaring Krayan.

Dalam kurang waktu lima tahun, keenam bandara ini telah berubah semakin membaik.

Bahkan empat di antaranya (kecuali Tarakan) telah memenuhi syarat untuk didarati pesawat besar, salah satunya ATR-72. Yaitu Bandara Nunukan, Bandara Tanjung Harapan (Bulungan), Bandara Malinau dan Bandara Yuvai Semaring, Krayan.

Untuk Bandara Juwata Tarakan, sebagai bandara Internasional kondisinya juga semakin membaik. Pengembangan masih terus dilakukan. Bahkan waktu ada Pak Presiden ke Kaltara akhir tahun lalu, kembali saya usulkan secara langsung agar dilakukan peningkatan. Namun karena kondisi tahun ini, terkendala pandemi Covid-19 sedikit tertunda.

Bandara Nunukan, merupakan salah satu bandara yang pengembangannya cepat. Kondisi Bandara Nunukan dahulu sangat jauh dari standar internasional. Pada 2016, panjang runway Bandara Nunukan masih 1.100 meter, kini bersolek dengan panjang runway mencapai 1.600 X 30 meter.

Sesuai laporan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, pengerjaan Bandara Nunukan dimulai pada 2017. Yakni, dilakukan perpanjangan runway pada Bandara Nunukan 500 X 300 meter dengan anggaran Rp 35 miliar lebih. Kemudian dilanjut pada tahun 2019 diperpanjang 150 X 30 meter dengan anggaran Rp 19 miliar.

Jika ditotal, panjang runway mencapai 1.750 meter, namun karena di ujung bandara yang mengarah ke permukiman, di-displace 150 meter. Sehingga total runway yang di verifikasi panjangnya 1.600 meter.

Dalam kurung waktu 2014-2018, pengembangan 6 bandara di Kaltara mendapatkan dukungan penuh dari pusat melalui APBN. Nilainya Rp 1 triliun lebih.

Dengan rincian, pada 2014 dianggarkan Rp 263,8 miliar, pada 2015 sebesar Rp 272,1 miliar, 2016 sebesar Rp 152,8 miliar, 2017 sebesar Rp 243,8 miliar, dan di 2018 sebesar Rp 182 miliar.

Ini tidak lepas dari komunikasi dan sinergi yang baik yang kita lakukan secara intens dengan Pusat. Baik melalui Menhub, waktu Bapak Ignasius Jonan, hingga Bapak Budi Karyadi, maupun langsung dengan Bapak Presiden.

Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Presiden, atas dukungannya infrastruktur bandara di Kaltara semakin memadahi.

Infrastruktur bandara penting, karena untuk memperlancar transportasi. Baik barang maupun orang. Apalagi kondisi geografis di Kaltara, yang memang ada beberapa daerah yang hanya bisa ditempuh lewat udara.

Di sisi lain, upaya membuka keterisolasian dengan membangun infrastruktur jalan juga terus kita lakukan. Juga dibangun pelabuhan untuk memperlancar distribusi barang lewat laut dan sungai. * rud.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kaltara

Pergub Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor Sudah Ditandatangani Gubernur Kaltara

Published

on

By

infografis.

TANJUNG SELOR – Beberapa hari lalu, saya telah menandatangani dua Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pemberian keringanan untuk pajak kendaraan bermotor di Kalimantan Utara.Yang pertama, Pergub Nomor 44 Tahun 2020, tentang Pemberian Pembebasan Pokok Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kedua dan Seterusnya Yang Tidak Terdaftar di Provinsi Kaltara.

Kemudian yang kedua, Pergub Nomor. 45 Tahun 2020, tentang Pemberian Keringanan Pokok Dan Pembebasan Sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor.Kedua Pergub ini sudah berlaku sejak 1 September 2020. Pemberlakuan Pergub ini, dimaksudkan untuk memberikan kemudahan pelayanan, serta memberikan keringanan kepada masyarakat pemilik kendaraan bagi masyarakat bermotor atau bagi wajib pajak.

Di sisi lain, juga sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah bagi KaltaraPergub Nomor 44, ditujukan kepada pemilik kendaraan roda 2 atau 4 yang melakukan pendaftaran balik nama di Provinsi Kaltara dengan diberikan keringanan proses secara gratis. Artinya, tidak ada biaya yang dipungut untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kedua (BBNKB-II). Pembebasan biaya ini di luar biaya Jasa Raharja dan biaya kepolisian. Itu tetap dikenakan, karena kendaraan mutasi harus ganti pelat nomor kendaraan dan ada biaya administrasinya sebagai PNBP.

Termasuk pembayaran Jasa Raharja.Sementara keringanan pada Pergub 45, berlaku juga untuk kendaraan roda 2 dan 4. Terkecuali alat berat. Kebijakan ini diterbitkan berkaitan dengan dampak pandemi covid-19, sehingga Pemprov Kaltara memberikan kemudahan dalam pengurusan adminstrasi biaya kendaraan bermotor.Kepada masyarakat yang belum membayar pajak atau terlambat pembayarannya, silakan datang ke Kantor Samsat setempat. Apalagi mumpung ada kesempatan keringanan biaya ini. Silakan manfaatkan momen ini. * rud.

Continue Reading

Kaltara

Gubernur Kaltara Dan Isteri Hadiri Acara Sunatan Massal

Published

on

By

Gubernur Kaltara Dr H irianto Lambrie Hadiri Acara Sunatan Massal di Tarakan.

TARAKAN – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, bersama istri, yang juga Ketua TP PKK Kaltara, Hj Rita Ratina Irianto, menghadiri kegiatan khitanan massal di SMA Negeri 3 Tarakan. Sebanyak 121 anak dikhitan secara massal dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara.

“Saya apresiasi program ini dapat berjalan baik. Di samping khitanan massal, dalam kesempatan sama ada pengobatan gratis yang digelar saat ini. Program ini kita kembangkan terus menerus dengan melibatkan dokter spesialis. Kegiatan pengobatan gratis ini, bagian dari program Dokter Terbang, ” ujar Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Program ini memiliki tujuan memberikan solusi terhadap berbagai kendala yang ada dalam layanan kesehatan. Program ini juga, memiliki nilai strategis dalam upaya memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Khususnya di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan terisolir.

Baru-baru ini tim layanan Dokter Terbang baru saja melakukan pelayanan di tiga Desa di wilayah Bulungan. Yakni di Desa Long Bang, Desa Long Bia, dan terakhir di Desa Long Beluah.Pada 7 September nanti, layanan berobat gratis Dokter Terbang akan digelar di KM 56 Jalan Poros Bulungan-Berau, Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur.

“Saya berharap program ini dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Di mana salah pelayanan dasar dapat kita maksimalkan, agar warga tidak mampu dapat ter-cover dengan program dokter terbang, ” ujarnya.

Alhamdulillah, saat sudah belasan ribu warga terlayani program ini, khususnya warga di wilayah perbatasan maupun pedalaman. Pada 2014, program dokter terbang melayani 264 orang. Lalu pada 2015 767 orang, dan 2016 475 orang. Kemudian di 2017 kembali dilaksanakan dengan jumlah pasien yang terlayani sebanyak 1.872 orang, pada 2018 sebanyak 2.677 orang dan di 2019 sebanyak 3.329 orang. Sementara yang terbaru, per 20 Agustus 2020, jumlah yang terlayani sebanyak 939 orang. Sehingga, total pasien yang terlayani sepanjang 2014 hingga 20 Agustus 2020 sebanyak 13.701 orang. * rud.

Continue Reading

Kaltara

Gubernur Hadiri Pengantar Tugas Kapolda Kaltara

Published

on

By

Gubernur Kaltara Dr H irianto Lambrie (kanan) bersama Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono.

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, bersama istri sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Utara menghadiri acara pengantar tugas Kapolda Kalimantan Utara dari Irjen Pol Indrajit kepada Irjen Pol Bambang Kristiyono di Command Center Mapolda.

“Saya beserta istri menyerahkan cenderamata kepada Bapak Irjen Pol Indrajit beserta istri Ibu Indra Jati Indrajit. Sebagai Gubernur Kalimantan Utara dan diri pribadi, Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas seluruh pengabdian Bapak Irjen Pol Indrajit sebagai Kapolda sejak bulan Maret 2018, ” ujar Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Irianto mengaku sangta mengenal baik beliau. Beliau juga seorang sahabat yang baik, dan orang baik. Memiliki watak kepemimpinan yang tegas. Beliau juga sangat humoris. Beliau adalah perintis Polda Kalimantan Utara hingga seperti sekarang ini.

“Saya dan kita semua tentunya mendoakan beliau dan segenap keluarganya agar tetap sehat dan diberkahi Allah SWT. Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga terus mampu menjaga amanah dengan baik. Saya juga mengucapkan selamat bertugas dan mengemban amanah baru kepada Bapak Irjen Pol Bambang Kristiyono. Semoga Polda Kalimantan Utara makin jaya dan terus mampu melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Utara, ” ungkap Irianto. * min.

Continue Reading

Trending