Connect with us

Uncategorized

Gubernur Kaltara Jamu Pangdam Dirumah Jabatan

Published

on

Gubernur Kaltara Dr H Irianto (kanan), bersama Pangdam VI Mukawarman Mayjend TNI Heri Wiranto.

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara menjamu tamu kehormatan kita semua, yaitu Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Heri Wiranto beserta ibu, di rumah jabatan gubernur, Jalan Enggang, Tanjung Selor.

“Turut juga hadir bersama-sama kami, Bapak Kapolda Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Indrajit, Ketua DPRD Kaltara Ibu Noorhayati Andris, Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Suratno, Danlantamal XIII Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto. Termasuk juga hadir tokoh masyarakat berbagai etnis, dan sejumlah akademisi, serta Kepala OPD Pemprov Kaltara, ” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Kita tahu bersama, Pangdam datang di Kaltara melaksanakan sejumlah rangkaian agenda kerja di kabupaten/kota. Termasuk meninjau kondisi terkini perbatasan Indonesia-Malaysia di Nunukan.

Malam ini bukan saja momentum perkenalan beliau mengawali tugas sebagai Pangdam yang baru membawahi tiga provinsi yaitu Kaltara, Kaltim, dan Kalsel. Ini sekaligus untuk mempererat persaudaraan.

Suatu kehormatan juga bagi kita semua, dua hari berkantor, Pangdam langsung memutuskan untuk mengawali kunjungan kerjanya ke Kaltara. Bukan ke Kaltim, bukan pula ke Kalsel.

“Tadi, Bapak Pangdam berjanji akan segera mengkomunikasikan ke Kementerian Pertahanan perihal konsep penguatan ekonomi dan pertahanan yang sempat kita usulkan ke pemerintah. Yaitu, kita mendorong 300 ribu hektare kawasan hutan yang sudah rusak menjadi Area Penggunaan Lain (APL), ” ujarnya

Konsep ini muncul akhir Desember 2019 ketika mendampingi Pak Presiden Joko Widodo terbang naik helikopter ke Krayan.

*Presiden bilang, kok banyak hutan rusak? Saya sampaikan kepada Pak Presiden bahwa areal hutan yang rusak itu kita usul jadi APL supaya bisa memacu peningkatan ekonomi dan pertahanan kita. Konsepnya Saya jelaskan, ” imbuh Irianto.

Presiden bilang, coba ke Menhut. Akhirnya Saya ketemu dengan Dirjennya. Dan saat ini konsep kita itu berproses. Kita juga harus sediakan miliaran dana, Amdal, dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

Hubungannya dengan penguatan pertahanan negara, Saya sampaikan di depan Pangdam bahwa sempat ada pembicaraan serius pada Kabinet Pak Jokowi sebelumnya, yaitu pergeseran personel TNI dan Alutsista dari Pulau Jawa ke perbatasan. Akan tetapi rencana ini terhenti akibat pandemi Covid-19. Mudah-mudahan pasca pandemi ini dapat kembali dilanjutkan.

Sebagai bentuk penguatan lainnya, kita telah mendorong pusat untuk membangun ruas jalan Malinau-Krayan. Dan Alhamdulillah dua tahun ini pembangunannya terus digenjot.

Begitu juga dengan pengembangan lapangan terbang dan bandara di daerah-daerah perbatasan kita.

Pada intinya, kami Pemprov Kaltara siap membangun sinergi dengan Kodam VI/Mulawarman baik dari sisi ekonomi, pertahanan, serta penguatan perdagangan lintas batas.

Oiya, Saya tadi sengaja membuatkan sambel khas untuk Bapak Pangdam. Beliau dan Pak Kapolda lahap sekali makannya.

Terakhir, ada informasi bagus yang disampaikan Bapak Pangdam. Kebijakan perekrutan personel TNI saat ini berbasis zonasi.

Beliau meminta seluruh Kepala Daerah di Kaltara mendorong putra daerah untuk masuk sebagai Bintara, Tamtama, maupun Perwira di TNI. Daerah-daerah akan diberikan alokasi kuota yang besar.

Dan Pak Kasad kata beliau, akan mengembalikan hasil perekrutan itu ke daerahnya masing-masing untuk bertugas. * rud.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Gubernur Kaltara Hadiri Resepsi Pernikahan Warganya

Published

on

By

Poto Bersama Gubernur Kaltara dan kedua mempelai.

TANJUNG SELOR – Setelah menghadiri acara Mapacci, siang nya Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, bersama istri, Hj Rita Ratina Irianto menghadiri resepsi pernikaha, Dinda Arianti, putri dari H Mustamin dan Hj Nurhayati, dengan Ryan Fhanzika, putra dari Alm Andi Mirza dan Azizah di Balllroom Hotel Lotus Panaya, Tarakan.

Di Tanjung Selor, juga Saya menghadiri resepsi ananda Moh Reizky Surya Adhi Putra, putra pertama H Suryadi dan Ibu Hj Suryani di Jalan Langsat. Anada mempersunting gadis pilihannya bernama Risma Melati, putri keempat dari pasangan Rudiansyah HB dan Ibu Sunarti.

“Saya, atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan selamat berbahagia bagi kedua pasangan mempelai. Semoga pernikahan ini semakin menyatukan dua keluarga besar dalam ikatan persaudaraan yang erat.Khusus untuk kedua mempelai, Saya sampaikan selamat menempuh hidup baru, semoga sakinah, mawaddah, warahmah, ” ujar Irianto.

Dan, dalam perjalanan mengarungi biduk rumah tangga, semoga dikaruniai putra-putri yang sehat, beriman dan berbakti kepada orangtua, keluarga dan masyarakat. * min.

Continue Reading

Kaltara

Kaltara Berzakat, Gubernur Minta ASN Muslim Tunaikan Kewajiban

Published

on

By

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie membaca doa usai menyerahkan Zakat di BAZ Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR – Di hari yang penuh keberkahan ini, tepat seminggu sebelum memasuki bulan Ramadhan, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, beserta jajarsnnya mengawali kegiatan Kaltara Berzakat.

Sesuai arahan dari Kementerian Agama, agar pembayaran zakat harta dilakukan sebelum Ramadhan, hari ini diawali oleh para ASN yang beragama Islam di lingkup Pemprov Kaltara melaksanakan kewajibannya sebagai muslim.

Zakat merupakan kewajiban kita sebagai umat muslim untuk menyisihkan sebagian hartanya. Apalagi saat ini di tengah pandemi Covid19, di mana banyak masyarakat yang membutuhkan uluran kita.

Sekadar menjadi bahan perenungan, perintah membayar zakat tertuang dalam Surat At-Taubah ayat 103 yang artinya
“Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Karena itu zakat wajib hukumnya bagi orang muslim, apapun bentuknya. Niatkan semuanya karena Allah, ini akan memberikan implikasi positif bagi kita khususnya rohani kita.

Zakat merupakan pranata keagamaan. Instrumen mencapai tujuan meningkatkan keadilan. Karena itu perlu dikelola secara melembaga sesuai syariat agama islam agar pengelolaannya dapat efisien.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola zakat infaq dan sedekah.

Terdapat 7 asas yang diatur undang-undang yang harus dikembangkan dalam pengelolaan zakat, yaitu syariat islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas.

“Karena itu saya minta Baznas Kaltara dapat memenuhi asas itu. Kemudian saya juga meminta kepada lembaga terkait agar benar-benar melakukan fungsinya, meliputi fungsi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian atas pendistribusian dan pendayagunaan zakat di tingkat provinsi, ” tegas Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Artinya koordinasi dengan instansi pemerintah daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama wajib dilakukan khususnya pada saat pendistribusiannya hingga pertanggungjawaban setiap 6 bulan dan akhir tahun.

Saat ini Menteri Agama juga ikut melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Baznas baik itu Baznas Provinsi dan Baznas kabupaten/kota.

Dalam kesempatan ini, saya mengimbau utamanya kepada para ASN di lingkup Pemprov Kaltara yang belum sempat membayar zakat hari ini, untuk segera membayarkan. Nanti dikoordinir melalui OPD masing-masing.

Saya juga mengimbau kepada perusahaan, termasuk BUMN maupun BUMD yang ada di Kaltara untuk turut membayar zakat harta melalui Baznas Kaltara.

Usai mengawali pembayaran zakat, tadi saya mewakili Pemprov menerima bantuan 2000 masker dan suplemen dari IKA SKMA Kalimantan Utara.

Bantuan langsung kita salurkan melalui Posko Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Bulungan dan di Lokasi Karantina di Asrama Bandiklat.

Mewakili warga Kaltara kami sangat berterima kasih, semoga bantuan ini bermanfaat dalam mencegah penyebaran Covid-19. * ya2n.

Continue Reading

Uncategorized

Gubernur akan Paparkan RS Tipe B ke Menkes

Published

on

By

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie dalam waktu dekat dikabarkan akan bertemu dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk melakukan audiensi terkait rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe B Tanjung Selor.

Informasi tersebut diperkuat dengan bertemunya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman dengan Menkes RI Terawan Agus Putranto dalam acara Penguatan Koordinasi Pusat dan Daerah dalam rangka Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan Kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Jumat malam (29/11).

Selain penguatan koordinasi antara pusat dengan daerah terkait dengan pelaksanaan program prioritas pembangunan kesehatan, pertemuan tersebut juga membahas pencegahan dan penanganan kecurangan (fraud) serta sanksi administrasi terhadap kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan program jaminan kesehatan. “Alhamdulillah tidak hanya bertemu dengan Menkes, telaah kita juga sudah masuk di Kementerian, artinya pertemuan Gubernur dengan Menkes RI terjadwal di Kementerian. Dan akan segera dijadwalkan oleh pihak Kementerian,” ungkap Kepala Dinkes Kaltara, Usman.

Usman mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi awal dengan Kemenkes terkait rencana pembangunan RS Tipe B di ibukota provinsi. Dari komunikasi awal sudah disampaikan gambaran dan alasan-alasan pembangunan rumah sakit, dan pihak kementerian merespon baik hal itu.

Pihak Kemenkes melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan siap untuk membantu pembangunan RS Tipe B Tanjung Selor. Seperti yang dilakukan Kemenkes dalam membantu pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) di Teluk Ambon, Maluku pada 2018. “Selain menyambut baik rencana pembangunan RS TIpe B, Kemenkes siap membantu dengan syarat lahan atau lokasi dimana akan dibangun rumah sakit itu sudah klir,” ungkap Usman yang didampingi Sekretaris Dinkes Andarias Basso.

Saat ini, guna pembangunan RS Tipe B, telah tersedia lahan seluas 9 haktare di daerah kilometer 4 Jalan Poros Trans Kalimantan. Dan sesuai dengan masterplan, untuk bangunannya sendiri mencapai 31.581,64 meter persegi. Mendengar penjelasan singkat tersebut, kementerian sangat senang dan siap untuk membantu. Baik itu biaya pembangunan rumah sakit dan alat kesehatan (Alkes). Bahkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk tenaga kesehatan juga dibantu oleh Kemenkes. Diperkirakan, untuk pembangunan RS Tipe B Tanjung Selor menghabiskan biaya sebesar Rp 600 miliar. Biaya tersebut sudah termasuk dengan Alkesnya.

Selain harus tersedianya lahan, tentu yang menjadi syarat lain adalah detail rencana pembangunan rumah sakit. Untuk itu, Pemprov Kaltara melalui Gubernur harus melakukan paparan secara langsung didepan Menkes. “Yang jelas tahun ini, bertemu sekaligus melakukan paparan didepan Menkes. Dengan harapan di 2020 sudah masuk dalam perencanaan, sehingga di 2021 sudah dapat dilaksanakan,” tutupnya. * min.

Continue Reading

Trending