Connect with us

Kaltara

BPBD Kaltara Serahkan 1.250 Masker di Tana Lia

Published

on

Kalak BPBD Andi Santiaji saat menyerahkan bantuan masker kepada Pjs Bupati Tana Tidung Datu Iqra Ramadhan

TANJUNG SELOR – Sebanyak 1.250 masker dibagikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kepada Pemkab Tana Tidung. Penyerahan dilakukan simbolis oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltara, Andi Santiaji kepada Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tana Tidung Datu Iqra Ramadhan di Tana Lia, Kamis (8/10).

Dikatakan Santiaji, kegiatan ini sebagai upaya penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) untuk masyarakat di Kaltara. “Kita serahkan secara simbolis kepada Pjs Bupati, untuk dibagikan ke masyarakat,” katanya.

Pihaknya berharap masyarakat dapat menaati dan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan bermasyarakat. “Sekaligus kami sosialisasikan kembali penerapan AKB bagi masyarakat di Tana Lia,” ujarnya.

Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltara Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan Penerapan Disiplin Menuju Masyarakat Kaltara Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019, sudah diatur penerapan AKBD di berbagai sektor dengan jelas, sehingga hal ini diharapkan dapat dipedomani dengan baik, dan diharmonisasikan dengan Peraturan Bupati/Walikota yang akan terbit agar dapat berjalan selaras.

“Karena itu, kita berharap ini dapat menjadi perhatian kita semua. Agar masyarakat kita aman dari penyebaran Covid-19,” tuntasnya. * rud.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kaltara

Ambulans Air Sasar Warga Kurang Mampu yang Dirujuk

Published

on

By

Ambulance Air

Program pelayanan kesehatan berupa Ambulans Air milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), yang telah beroperasi sejak awal 2018 silam hingga tahun lalu, tercatat sudah puluhan pasien rujukan terlayani.

Khususnya untuk pasien dari Tanjung Selor ke Tarakan. Adanya Ambulans Air, untuk memberikan pelayanan bagi warga yang mengalami kesulitan transportasi. Utamanya, saat akan dirujuk ke rumah sakit milik provinsi yang ada di Tarakan. Sasarannya, warga atau pasien miskin, dan diberikan secara gratis. Dikatakan Kepala Dinkes Provinsi Kaltara, Usman, selain rute Tanjung Selor-Tarakan, ada juga permintaan dari kabupaten lain yang meminta bantuan, agar pasien rujukannya dijemput dan diantar ke RSUD Tarakan.

“Sudah puluhan pasien miskin terlayani lewat program ini. Tahun ini saja, dalam sebulan bisa lebih dari 10 pasien rujukan. Bahkan ada yang setiap hari,” ujar Usman.

Selain pasien yang membutuhkan rujukan, fasilitas ini juga melayani pasien dengan gangguan jiwa. “Memang kita utamakan untuk pasien miskin. Bukan berarti kita pilih-pilih dalam hal kesehatan. Semua warga tetap kita layani, hanya saja untuk pasien menengah ke atas kita bebankan biaya BBM,” ujar Usman.

Berkaitan prosedur untuk pemakaian Ambulans Air tersebut, cukup dengan menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit setempat. Lalu dengan melampirkan BPJS (jika pasien tidak mampu) maupun surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa.

Guna diketahui, Ambulans Air ini, pada 2018 sudah melayani 8 pasien, lalu pada 2019 sebanyak 19 pasien. Diinformasikan juga, dalam sebulan Ambulans Air mampu melayani 5 hingga 6 pasien. * min.

Continue Reading

Kaltara

Diskominfo akan Maksimalkan SIDARA Cantik

Published

on

By

Sidara Cantik

TANJUNG SELOR – Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, kebijakan ini adalah bagan dari kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antara instansi pusat dan instansi daerah. Demikian dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H Firmansyah saat membuka kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Statistik di Dermaga Kopi Tanjung Rumbia Village, Selasa (13/10).

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan terbagi dalam 4 sesi. Peserta dari kegiatan ini adalah pengelola data statistik sektoral dari tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

“Kegiatan ini sebagai upaya memaksimalkan aplikasi Sistem Informasi Data Statistik Sektoral Provinsi Kaltara yang Cepat, Akurat, Nirbiaya, Transparan, Informatif dan Konkrit (SIDARA Cantik) yang dikelola secara online oleh Diskominfo Kaltara yang telah launching pada 2019 dengan menyiapkan SDM yang menguasai bidang statistik sektoral,” katanya.

Materi pada kegiatan ini disampaikan oleh narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara. “Pada kesempatan kali ini, BPS menyampaikan 2 materi yaitu standar data dan metadata,” ujarnya.

Untuk diketahui, metadata adalah informasi dalam bentuk struktur dan format yang baku untuk menggambarkan data, menjelaskan data, serta memudahkan pencarian, penggunaan, dan pengelolaan informasi data. “Apa yang menjadi hambatan dan masalahnya, kita bahas bersama melalui forum ini dan kami minta keseriusannya agar dapat maksimal dalam pengumpulan, penginputan dan penggunaan data,” ungkapnya. * rud.

Continue Reading

Kaltara

Lagi, Dokter Terbang Layani Warga di Wilayah Terisolir

Published

on

By

Pelayanan Dokter Terbang

TANJUNG SELOR – Kesehatan menjadi hak semua orang, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil. Mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara menghadirkan program jemput bola yang bernama “Dokter Terbang”.

Melalui program ini, Pemprov Kaltara hadir dengan memberikan pengobatan gratis melalui dokter spesialis dan petugas medis untuk melayani warga di daerah yang sulit dijangkau dan terisolir. Seperti dua Desa yang berada di Kabupaten Nunukan. Tepatnya di Desa Tau Lumbis Kecamatan Lumbis Hulu, dan Desa Labang Kecamatan Lumbis Pasiangan.

Kepala Dinkes Kaltara Usman mengungkapkan, untuk sampai ke desa tersebut tim Dokter Terbang membutuhkan waktu berjam-jam. Perjalanan mulai ditempuh dari Tanjung Selor menuju Malinau, dan dari Malinau menuju Mansalong menggunakan jalur darat. Setelah itu, dari Mansalong ke Tau Lumbis menggunakan perahu jalur sungai.

Medan yang ditempuh sangat sulit, karena perjalanan dari Mansalong ke Tau Lumbis melewati sungai giram-giram besar.

“Kalau dari Mansalong ke Tau Lumbis itu sekitar 7 jam diatas perahu, dari Tau Lumbis ke Pasiangan sekitar 2 jam. Taruhannya nyawa, tapi kita senang bisa hadir langsung melayani masyarakat yang ada disana,” kata Usman yang didampingi Dian, salah satu tim Dokter Terbang dari Dinkes Kaltara usai tiba melakukan pelayanan, Minggu (11/10).

Usman mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan kehadiran pelayanan berobat gratis tersebut. Tercatat di Desa Tau Lumbis sebanyak 63 orang memanfaatkan layanan dokter spesialis dalam, 29 orang ke spesialis anak, dan 62 orang ke spesialis kandungan. Sementara di Desa Labang sebanyak 62 orang memanfaatkan layanan dokter spesialis dalam, 29 orang ke dokter spesialis anak, dan sebanyak 24 orang ke dokter spesialis kandungan. “Mereka mengaku sangat terbantu, karena untuk ke kota berobat, itu sangat sulit aksesnya,” ujarnya.

Dalam pemberian pelayanan sendiri, masih dalam kondisi pandemi, setiap pasien wajib memperhatikan dan mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan tim Dokter Terbang.

Layanan Dokter Terbang merupakan program yang sudah dilaksanakan Pemprov Kaltara sejak tahun 2014. Dokter Terbang sendiri memiliki tujuan memberikan solusi terhadap berbagai kendala yang ada dalam layanan kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) Provinsi Kaltara. Program ini memiliki nilai strategis dalam upaya memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Melalui program yang dinamakan “Dokter Terbang”, Pemprov Kaltara hadir dengan layanan jemput bola memberikan pengobatan gratis menyediakan dokter dan petugas medis untuk melayani warga di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan terisolir.

Tiap tahunnya anggaran yang dialokasikan untuk program ini selalu meningkat. Pada 2014, program dokter terbang dianggarkan Rp 250 juta. Lalu pada 2015 Rp 632 juta, dan 2016 Rp 500 juta. Kemudian di 2017 kembali dialokasikan Rp 753 juta, pada 2018 sebesar Rp 665 juta, sementara di 2019 Rp 739 juta. Serta ditambah untuk pengadaan alat kesehatan penunjang kegiatan Dokter Terbang melalui APBD-P 2019 sebesar Rp 700 juta. Di mana, total pasien yang terlayani, sepanjang 2014-2019 sebanyak 9.384 orang.

Pelaksanaan layanan dokter terbang juga mendapat dukungan dari pemda setempat karena melibatkan puskesmas pada desa yang dilayani. Pelaksanaan layanan dokter terbang selain bermanfaat secara sosial tetapi juga mempunyai nilai ekonomis yang cukup besar. *. min.

Continue Reading

Trending